Tersinar pancaran serinya wajah
Menanti lebaran yang bakal kembali
Mengimbau detik-detik kenangan terindah
Bersama gerangan yang aku sayangi
Takbir bergema sayunya kedengaran
Sebaknya di dada tergenangnya air mata
Merindukan suasana bermaaf-maafan
Akrabnya ikatan girangnya suasana
Sendiri aku dirantauan
Hanya teman sejati yang setia menemani
Meratap jiwaku yang menunduk kesedihan
Merawati hiba yang menusuk hati
Jauh dirantauan ku pohon maaf
Kiranya aku tak bisa kembali
Diriku yang serba lemah dan jua khilaf
Pintaku agar diriku diampuni
Ku mohon padaMu dilain hari
Sekiranya takdir dan rezkiMu untukku
Izinkanlah aku untuk kembali
Untuk beraya bersama insan kesayanganku
Karya : Dr Iwan
Friday, September 11, 2009
Lebaran ini...ku tak bisa pulang.
Sunday, September 6, 2009
Cinta...=>
Adakah cinta itu buta?
Atau cinta itu yang dibutakan
Apakah cinta itu alpa?
Atau cinta itu yang dialpakan
Egokah manusia menolak cinta?
Atau takut untuk dikecewakan
Jika hadirnya ia tanpa dipinta
Sehingga mengguncang emosi dan perasaan
Khilafkah manusia menerima cinta?
Jika sekadar untuk membahagiakan
Disulami impian untuk bersama
Bahtera dijalin terpatrinya ikatan…=>
Karya : Dr iwan
Tuesday, September 1, 2009
Berbakti kepada ibu bapa...
Salam sahabat...
Bermula jam 12 mlm ni...bertambah la usia ak setahun lg..sedar x sedar...dh berjanggut rupenye rse..tp still mude lg..hehe..tp,dikala ak menyambut tibanya hari lahirku ini...abah msih lg berada di hospital...berbaring dikatil sambil ditemani adik beradik ak yg laen...dh hmpir 4 thn ak x menyambut hari lahir bersama ngn fmily..sdey gk rse..klu x..mesti dh dpt kek n sate ke..tringin rse..hehe..x pe la,nk wat cmne..mlm ni ak nk share satu kisah yg bleh dikongsi bersma...semoga mendapat manfaat darinyer....
Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia boleh berdialog dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, ia cukup memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula samudera itu.
Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman.
Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi terlalu hairan, "Kubah apakah gerangan ini?" fikirnya. Dengan minta pertolongan Allah, Nabi Sulaiman membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di dalamnya.
"Sipakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?" tanya Nabi Sulaiman kehairanan.
"Aku adalah manusia", jawab pemuda itu perlahan.
"Bagaimana engkau boleh memperolehi karomah semacam ini?" tanya Nabi Sulaiman lagi. Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian memperolehi karomah dari Allah boleh tinggal di dalam kubah dan berada di dasar lautan.
Diceritakan, ibunya dulu sudah tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang memapah dan menggendongnya ke mana jua dia pergi. Si anak selalu berbakti kepada orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah satu doanya itu, ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di langit.
"Setelah ibuku wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan aku melihat sebuah terbuat dari permata. Aku mendekatinya dan terbukalah pintu kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya." Tutur pemuda itu kepada Nabi Sulaiman.
Nabi Sulaiman yang dikenali boleh berjalan di antara bumi dan langit itu menjadi kagum terhadap pemuda itu.
"Bagaimana engkau boleh hidup di dalam kubah di dasar lautan itu?" tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut.
"Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah."
"Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?"
"Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan buahnya yang aku makan. Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu."
"Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?" tanya Nabi Sulaiman a.s yang merasa semakin hairan.
"Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam." Tuturnya. Selesai menceritakan kisahnya, pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah itu tertutup kembali, dan pemuda itu tetap tinggal di dalamnya. Itulah keromah bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orang tuanya...=>
Friday, August 21, 2009
Solat hajat...
Salam sahabat..
Ni adalah pic2 yg diambil tyme kami mengadakn solat hajat,bacaan yassin n tahlil ringkas sempene menduduki umh baru...Alhmdulillah..so far,there's no problem lg..aman damai je..bibik baru pn dh dpt..keje die pun ok..da most important is die muslim compared ngn yg dlu yg mne kristian...akhir kata..semoge kesejahteraan n kerahmatan sentiase bersama kami seisi rumah...wsslm..=>
Friday, August 14, 2009
Ku bermimpi...
Terkurung aku sendiri
Dibalik batuan berulam butiran pepasir
Termenung memikirkan nasib diri
Menjadi insan yang meratap dipesisir
Terkurung aku sendiri
Hanyut dibuai fitrah perasaan
Menyerang lubuk nafsu benteng emosi
Merangkak aku pertahan dari godaan
Termimpi aku sendiri
Walaupun hanya sekilas bayangan
Mendambakan kehadiran seorang puteri
Yang mampu menghadiahkan erti kebahagiaan
Termimpi aku sendiri
Terulik lena di alam khayalan
Tersentak aku tika di keasyikan mimpi
Kucuba bangkit menghadapi kenyataan
Bilakah kubisa bangkit?
Bebas terbang menerjah kebebasan
Bilakah kubisa bangkit?
Menyusuri keindahan pesona kehidupan…=>
Karya : Dr Iwan
Monday, August 3, 2009
Saturday, August 1, 2009
Kekhilafanku...
Secarik noda pusaran dunia
Bertaburan dalam kehidupan karma
Mengotori perjalanan kehidupan manusia
Menjurus kekhilafan dan kealpaan pada Yang Esa
Turut jua ku sering terjatuh
Kerna cahaya bersinar berufuk suram
Dek iman dikalbu yang terkikis debuan dosa
Sinaran itu tak mampu lagi menyuluh
Tersesatlah aku dalam kemaksiatan yang kelam
Tersungkur aku ke lembah binasa
Bersujud aku padaMu Ya Rabbi
Atas Ar Rahman serta Ar Rahim Mu yang mempringati
Peluang hidup yang Kau kurnia padaku untuk sekali lagi
Mencelikkan mataku pada kelalaianku selama ini
Dengan nafasMu yang masih kumiliki
Dengan perjalananku yang masih ku langkahi
Dengan segala pemberianMu yang masih kunikmati
Akan ku hikmahkan sepenuh hati
Tiada keraguan yang akan kufikiri
Kerna segala kenikmatan di dunia ini
Takkan selamanya akan kekal abadi….=>
Karya : Dr Iwan